Awas, Kebanyakan Junk Food Bisa Pikun

PENELITIAN terbaru pada tikus di laboratorium menunjukkan, konsumsi junk food dapat memicu terjadinya kerusakan sel syaraf otak mirip penyakit kepikunan Alzheimer.
Tikus yang diberikan makanan junk food selama sembilan bulan menunjukkan tanda-tanda abnormalitas pada otak berupa rangkaian kusut neurofibrillary yang berisi protein tau mengidikasikan adanya Alzheimer, demikian dilaporkan para ilmuwan dari Karolinska Institutet, Swedia.

Temuan ini mengindikasikan betapa kebiasaan gaya hidup moderan seperti diet kaya lemak, gula dan kolesterol akan memperbesar risiko terjadinya jenis kepikunan yang paling banyak ditemukan ini.

“Dari hasil pemeriksaan pada otak-otak tikus, kami menemukan perubahan kimiawi yan tidak jauh berbeda pada otak yang terserang Alzheimer,” ungkap Susanne Akterin, ahli dari Alzheimer’s Disease Research Center, di Karolinska Institutet.

“Kami sekarang curiga bahwa tingginya asupan lemak dan kolesterol yang dikombinasikan dengan faktor genetik dapat merugikan sejumlah substansi dalam otak, yang dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan Alzheimer,” tambahnya.

Alzheimer adalah penyakit yang belum ada obatnya. Hampir enam puluh persen kasus kepikunan atau demensia pada orang lanjut usia disebabkan oleh penyakit ini.

Dalam risetnya, Akterin meneliti  varian gen atau protein apoE4, yang biasanya ditemukan pada 15 hingga 20 persen mereka yang memiliki faktor risiko mengidap Alzheimer. Gen ini berperan dalam sistem transportasi kolesterol pada tubuh.

Akterin memantau tikus yang direkayasa secara genetis  memiliki varian gen tersebut. Tikus-tikus diberi makanan yang mengandung banyak lemak, gula dan kolesterol selama sembilan bulan.  Jenis makanan ini merepresentasikan kandungan nutrisi yang biasa dijadikan di gerai fast food.

Tikus-tikus secara perlahan menunjukkan perubahan kimia dalam otaknya,  yang mengidikasikan pembentukan abnormal protein tau yang merupakan penanda hadirnya Alzheimer, selain juga tanda bahwa kolesterol dalam makanan menurunkan kadar protein  lain yang disebut Arc yang berperan dalam kemampuan daya ingat.

Sumber:Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: