Trik Berbasa-basi

Anda kerap merasa canggung saat berduaan dengan seorang karyawan yang tidak begitu Anda kenal di toilet, di acara training, atau di resepsi perkawinan. Anda ingin membuka perbincangan, tetapi khawatir orang tersebut tidak berminat berbicara dengan Anda. Namun, daripada Anda membiarkan suasana canggung berlangsung lama, lebih baik lakukan basa-basi untuk membuka peluang ngobrol. Anda bisa mencoba trik di bawah ini.

  1. Lakukan pendekatan pertama.Melakukan inisiatif pembicaraan memang membuat Anda deg-degan, yang justru membantu meningkatkan semangat Anda. Namun Anda perlu berstrategi dalam hal ini. Pilih orang yang tampaknya memang mudah didekati, misalnya, orang yang sedang duduk sendirian, demikian menurut Debra Fine, penulis The Fine Art of Small Talk. Lakukan kontak mata, tersenyum, lalu katakan, “Halo, saya… (sebutkan nama Anda). Nama kamu siapa?” Tekanan pada kata “kamu” akan menggugahnya.

    Setelah itu, sebutkan namanya saat Anda mengucapkan hal-hal lain, misalnya, “Boleh pinjam pulpennya enggak, Win?” Selain agar Anda mudah mengingat namanya, juga untuk menciptakan ikatan di antara Anda berdua. Jika Anda tidak mendengar namanya dengan jelas, atau mendadak lupa namanya, langsung saja sampaikan, “O ya, siapa namamu tadi?” Ingat, semakin lama Anda pura-pura tahu namanya, semakin malu jika Anda ternyata tidak tahu.

  2. Buat pertanyaan terbuka.Langkah awal paling sederhana adalah menanyakan mengapa teman baru Anda menghadiri acara tersebut. Misalnya jika di resepsi perkawinan, “Kenal Mira dan Dimas di mana?” Pertanyaan ini sifatnya membuka peluang untuk obrolan lebih lanjut. Teman baru Anda tak mungkin hanya menjawab dengan satu kata. Atau, lakukan observasi dengan pertanyaan seperti, “Restoran ini biasa dipakai buat pesta ulang tahun, lho. Pernah ke sini sebelumnya?” Jangan lupa, pujian juga membuat orang senang. Berikan ketika obrolan sudah berjalan cukup lancar. “Bajumu lucu banget, Win. Unik!”
  3. Jadilah detektif.Misalnya Anda membuka dengan, “Hujan terus ya, belakangan ini.” Untuk bergerak dari basa-basi ini ke obrolan yang lebih dalam, dengarkan setiap kata dari jawaban teman Anda yang mungkin akan mengarah pada topik selanjutnya. Bila ia menjawab, “Iya, bikin macet di mana-mana,” lanjutkan dengan pertanyaan mengenai di mana tempat tinggalnya, sudah berapa lama ia tinggal di sana, di mana tempat ia dibesarkan, dan sebagainya. Jangan kaget jika belakangan Anda bertanya, “O ya? Kenal Bobby, enggak?”
  4. Ceritakan mengenai diri Anda secara sepintas.Jangan terlalu banyak melontarkan pertanyaan karena orang lain akan merasa diinterogasi, atau Anda terlalu ingin tahu. Lebih baik, ceritakan sedikit mengenai diri Anda sambil tetap menghargai kenyamanan teman baru Anda. Jangan menceritakan sesuatu hal yang terselubung, yang membuatnya menebak-nebak latar belakang Anda yang kurang berkenan buatnya. Masalah kesehatan, uang, agama, atau status adalah topik yang tidak perlu terlalu diumbar, demikian pendapat Susan RoAne, penulis How to Work A Room.
  5. Dengarkan, dan berikan perhatian dengan tulus.Memberikan isyarat visual bahwa Anda mendengarkan apa yang dikatakan teman Anda, seperti menatap matanya atau mengangguk-angguk, ternyata belum cukup menunjukkan antusiasme Anda. Mengirimkan isyarat verbal, seperti, “Oh, gitu ya?”, atau “Ah, masak sih, Win? Kayaknya enggak, kok,” menunjukkan bahwa Anda betul-betul menaruh perhatian. Semakin banyak feedback positif yang Anda berikan, semakin orang lain senang ngobrol dengan Anda. Libatkan betul hati Anda, dan jangan heran bila basa-basi bisa membawa Anda ke hubungan yang lebih intens.
  6. Tunjukkan apresiasi Anda.Saat obrolan berjalan lancar, dan akhirnya Anda harus berpisah, katakan bahwa Anda senang ngobrol bersamanya. Anda bisa menawarkan untuk bertukar kartu nama, lalu katakan, “Kapan-kapan ketemu lagi, ya!” Anda bisa merasakan apakah teman Anda hanya berpura-pura senang ngobrol dengan Anda, atau memang sangat menikmati pertemuan dengan Anda. Bila ia memang cukup menyenangkan, jangan ragu untuk meneleponnya lagi kapan-kapan.

Sumber:Kompas.com

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: