Negosiasi Gaji Saat Wawancara

Posisi yang Anda inginkan sudah Anda dapatkan. Pekerjaan yang ditawarkan sangat menantang. Suasana kerjanya menyenangkan. Kesempatan berkembang terbuka lebar. Kini giliran membahas soal gaji. Meskipun negosiasi gaji biasanya merupakan tahap terakhir, namun tahap ini bukannya yang paling tidak penting. Bagaimana pun juga, Anda menginginkan adanya kenaikan gaji, bukan? Tetapi kenapa ya, saat pewawancara bertanya, “Berapa gaji Anda di tempat terdahulu?” mendadak mulut Anda seperti terkunci? Ada kekhawatiran jika Anda memberitahukan gaji Anda yang kecil, Anda tak akan mendapatkan kenaikan yang berarti. Bila harus me-mark up gaji, berapa nilai yang pantas Anda sebutkan?

Yang harus dilakukan:

Hindari menyebutkan besar gaji di tempat Anda bekerja saat ini. Menurut Ramit Sethi, pencipta blog IWillTeachYouToBeRich, dan penulis buku dengan judul sama, “(Gaji Anda) Bukan urusan mereka. Fokuslah pada pekerjaan yang baru, karena jika Anda mengungkap gaji Anda di perusahaan yang lama, ada dua hal yang bisa terjadi. Pertama, kehilangan ‘kartu’ Anda. Kedua, Anda mengakui bahwa Anda tidak berpengalaman dalam wawancara dan bernegosiasi.”

Fokus pada kemampuan Anda. Jika si pewawancara mendesak Anda untuk menyebutkan gaji, Sethi menyarankan untuk mengarahkan pembicaraan kepada kemampuan yang Anda miliki untuk posisi tersebut. Jika Anda dapat berfokus pada penghasilan tambahan bagi perusahaan yang dapat Anda kontribusikan, menjadi sulit bagi pewawancara untuk berfokus pada berapa juta gaji yang Anda tawar sebelumnya. Jika posisi Anda tidak memiliki hubungan yang jelas mengenai nilai pendapatan bagi perusahaan, Sethi menyarankan untuk menekankan bagaimana pekerjaan Anda memungkinkan manajer Anda untuk melakukan pekerjaannya lebih efektif. Pada akhirnya, yang penting adalah bagaimana Anda dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya.

Bahas gaji secara range. Jika Anda mendapatkan pertanyaan mengenai gaji, arahkan negosiasi untuk menanyakan mengapa Anda harus digaji dengan range tertentu, demikian pendapat  Carol Frohlinger, direktur pelaksana Negotiating Women, dan penulis buku Her Place at the Table.

Anda dapat mengungkap gaji Anda yang sebenarnya jika Anda merasa bahwa gaji Anda saat ini dalam jangkauan yang masuk akal, dan Anda hanya mengharapkan kenaikan yang pantas -katakan sekitar 10 persen- menurut Susan Cain, presiden The Negotiation Company. “Jika tidak, tunda mengungkap gaji setidaknya sampai pewawancara menyukai Anda, dan tidak ingin kehilangan Anda,” ujar Cain. Pada tahap ini, Anda dapat mengatakan bahwa atasan Anda saat ini pasti tidak nyaman jika Anda mengatakan berapa gaji Anda. Namun bila akhirnya Anda merasa harus membuka, menurut Cain Anda cukup menjelaskan dengan cara yang tidak defensif, mengapa menurut Anda gaji Anda rendah, dan mengapa seharusnya Anda digaji lebih tinggi. Anda bisa mengatakan seperti ini, “Saya memiliki pengalaman dan pernah mengikuti berbagai training, dan sekarang saya mencari posisi yang dapat menunjukkan keahlian saya.”

Kenali berapa nilai Anda. Ketika Anda mulai membahas soal gaji, pastikan Anda sudah mencari tahu sebelumnya berapa range gaji yang ditawarkan untuk posisi tersebut. “Bukan sekadar berapa gaji untuk pekerjaan tersebut, tetapi juga berapa gaji untuk wilayah dimana Anda tinggal, untuk perusahaan dengan lingkup dan industri yang sama,” kata Frohlinger. “Pikirkan juga apakah ada yang Anda dapatkan selain gaji, apa yang diperoleh pelamar lain untuk paket kompensasi secara total.”

Lakukan investigasi pada perusahaan. Untuk membuat gambaran mengenai nilai sebuah pekerjaan, buat gambaran seluruh jaringan Anda, khususnya orang-orang yang sudah meninggalkan perusahaan dengan posisi yang Anda inginkan saat ini. Cari tahu di situs-situs lowongan kerja yang memberikan detail tentang gaji. Jika Anda bekerja sebagai seorang freelancer, misalnya, tanyalah pada rekan-rekan Anda yang mempunyai pengalaman yang sama, berapa mereka dibayar. “Tanyalah pada sedikitnya lima orang,” ujar Sethi, “karena tidak semua orang dibayar dengan layak untuk pekerjaan mereka.”

Jika Anda sudah mengetahui bahwa perusahaan yang Anda lamar tergolong sehat, atau dikenal dengan penawaran gaji dan kompensasi yang cukup tinggi, Anda boleh meminta kenaikan gaji hingga 30 persen. Yang terpenting adalah Anda telah mengetahui berapa range gaji di perusahaan tersebut, sehingga Anda tidak meminta terlalu sedikit atau terlalu banyak.

Bagaimana jika Anda mengungkap terlalu banyak tentang gaji? Anda mungkin kelepasan bicara, atau terlalu didesak sehingga akhirnya mengumbar informasi lebih banyak daripada yang diminta. Cara terbaik untuk mendapatkan kembali kekuasaan Anda, menurut Sethi, adalah dengan mulai mengumpulkan bukti kesuksesan Anda dalam menangani pekerjaan, dan segera rencanakan peluang untuk bertemu manajer-nya dan berdiskusi mengenai kemampuan Anda. Biarkan sang manajer mengetahui keinginan Anda untuk berdiskusi, termasuk membahas kompensasi yang Anda dapatkan. Sebelum pertemuan itu terjadi, manajer seharusnya sudah tahu bahwa Anda menginginkan kenaikan gaji karena Anda memang layak mendapatkannya.

Sumber: Kompas.com

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: