Rambu-rambu Status di Situs Jejaring Sosial

Sejak dirilis untuk umum pada tanggal 26 September 2006, Facebook telah menjadi situs web jaringan sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia. Hingga kini, pengguna aktif jejaring pertemanan itu bisa mencapai 300 juta pengguna. Sebanyak 50 persen dari jumlah tersebut menggunakan Facebook setiap harinya. Ini pun mengubah tatanan pertemanan di seluruh dunia. Disusul Twitter, makin marak saja tren jejaring sosial ini.

Salah satu keasyikan mengikuti situs pertemanan ini adalah kita dapat mengikuti status terbaru dari teman-teman yang sudah bergabung. Apa yang terjadi dan dia rasakan, bisa kita ketahui dengan cepat, tanpa perlu bertemu muka.

Namun, karena situs pertemanan ini boleh dibilang area publik, maka kita perlu bersikap hati-hati dalam menuliskan status. Ingat, ini bukanlah diary pribadi yang hanya bisa dilihat oleh Anda sendiri. Pesan atau status yang Anda torehkan seketika menyebar dan mendunia, dan abadi (selama Anda tidak mengubah atau menghapusnya).

Ini rambu-rambu untuk menuliskan status di jejaring pertemanan:
1. Sopan
Seperti di dunia nyata, ketika Anda ingin berkenalan, Anda perlu berlaku sopan dan jujur. Ini pun berlaku di jejaring pertemanan. Ketika Anda ingin berteman dengan teman-teman sahabat lainnya, jangan lupakan peran teman Anda sebagai penghubung. Anda bisa menjelaskan bahwa Anda mengetahui profil mereka lewat teman Anda.

2. Jangan komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan Anda
Anda sedang patah hati atau kesal setengah mati karena kekasih pergi dengan perempuan lain. Sebaiknya, simpan saja itu di dalam ruang pribadi Anda. Jangan mengumbarnya di jejaring ini. Jika ingin mendapat simpati atau menumpahkan segala unek-unek Anda, maka teleponlah teman atau sahabat. Jangan bertanya pada orang-orang di dunia maya, yang diakses banyak orang.

3. Jangan curhat dan buka rahasia
Curhat memang menyenangkan. Namun, sebaiknya lihat-lihat tempat kalau ingin curhat. Cobalah gunakan cara yang konvensional dibanding melakukannya di jejaring pertemanan itu. Bisa gunakan e-mail, telepon sahabat Anda, atau ajak dia minum kopi bareng. Jangan menulis atau men-tweet hal-hal yang sangat pribadi. Ini akan merugikan diri sendiri. Kalau pribadi orang lain? Membuka rahasia pribadi saja tidak boleh, apalagi rahasia orang lain.

4. Jangan menghina, mencaci, dan menyebarkan fitnah
Seperti di dunia nyata, Anda pun “dituntut” untuk menjaga tutur kata yang baik. Bila Anda mencaci maki dengan kata yang kasar, bisa-bisa Anda dinilai sebagai orang yang enggak asyik. Dan ini tentu akan menjatuhkan reputasi Anda di mata teman-teman. Ada seorang teman marah-marah karena temannya menagih utang di Twitter. Dia merasa tersinggung karena semua teman jadi tahu masalah ini.

5. Kenali perbedaan antara “wall” dan “message
Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi Anda sebaiknya tidak usah terlalu diekspos. Ingat, tulisan itu bisa dibaca oleh banyak orang. Kalimat seperti “I really miss you, baby….” atau “Can’t wait 2 see you 2nite” akan lebih pantas jika dituliskan di dalam kotak message, bukan wall.

6. Jangan terlalu sering mengeluh
Ketika Anda punya masalah dengan atasan, rekan kerja, atau klien Anda, hindari mengeluhkan hal tersebut di Facebook atau Twitter. Status Anda bisa dibaca oleh banyak orang, termasuk atasan dan relasi Anda. Coba ingat, mereka sudah menjadi bagian dari teman Anda, kan? Jadi, jagalah jari-jari Anda supaya tidak mengetik kata-kata sembarangan. Mereka akan berpikir Anda tidak profesional. Daripada berkeluh kesah, sebaiknya tuliskan hal-hal positif yang membuat orang lain bersemangat.

7. Jangan sekali-sekali membuat profil palsu
Ini masih terkait dengan urusan asmara Anda yang gagal dan membuat Anda dendam. Mungkin terlintas di benak Anda untuk membuat akun palsu mantan pacar yang telah menyakiti Anda. Kemudian, Anda posting hal-hal buruk tentangnya.

8. Membalas tiap pesan
Jawablah pesan dari teman Anda ketika mereka menanyakan sesuatu. Abaikan saja jika ada yang mengirimkan pesan negatif. Jangan terpancing dan membuang waktu Anda dengan menanggapi orang tersebut.

9. Hargai usaha orang lain
Hindari posting Twitter dengan tweet orang lain tanpa memberikan tanda retweet atau RT. Hargailah orang lain yang membuat kutipan.

Sumber: Kompas.com

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: